Empathy

“Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita dan menangislah dengan orang yang menangis” Roma 12:15

Menurut anda dari 2 statemen Paulus tersebut, mana yang secara alami lebih mudah kita lakukan?

Bersukacita dengan orang yang bersukacita

Atau Menangis dengan orang yang menangis?

Mana lebih mudah ; kalau orang lain dapat berkat kita ikut senang ? atau kalau orang kena duka kita ikut menangis?

Atau Kalau orang lain dapat berkat kita menangis , tetapi kalau orang lain kesusahan kita bersukacita?

Ada lagi ungkapan berikut :  tidak apa saya rugi asal dia juga rugi, asal jangan  aku untung tapi dia lebih untung.

Dari kalimat2 tersebut terlihat bahwa manusia cenderung egois dan munafik. Semenjak dosa masuk dalam kehidupan manusia maka sifat2 buruk ikut masuk.:

Lihat Lihatlah Kain yang iri hati terhadap adiknya Habil ( persembahannya diterima Tuhan)Lihatlah Saul yang benci kepada Daud ( selalu berhasil dalam perang)

Lihatlah ke-10 anak Yakub yang berusaha menyingkirkan adik mereka Yusuf ( lebih dikasihi ayah mereka) Dan masih banyak lagi…Faktanya : Orang tidak bisa turut merasakan kesenangan orang lain.

Empaty masih adakah kata ini punya makna? Jika orang-orang disekitar kita sudah kehilangan kata ini dengan maknanya. Apakah kita juga akan kehilangan makna kata ini dari hidup kita? Bukankah kita bias seperti sekarang ini karena kita telah mendapat empaty dari Tuhan Yesus. Amin. (pepsi)

 

You may also like...