Februari 2017 – Are You Longing for My Presence”

Shalom kekasih-kekasih Tuhan,

Bulan kedua di tahun 2017 ini adalah bulan di mana hampir seluruh rakyat Indonesia turut menentukan siapa orang yang akan memimpin daerah mereka.  Dalam bulan kasih sayang ini, (bulan Valentine gitu loh), kita akan menyatakan satu kata yang mengandung banyak arti yaitu RINDU.  Siapa yang akan terpilih menjadi pemimpin daerah mereka (biasanya wakil kurang diperhatikan), tentunya menjawab kerinduan rakyat yang menjadi pendukungnya. Oleh karena rakyat dapat memilih siapa yang mereka rindukan untuk menjadi pemimpin mereka 5 tahun mendatang.  Salah memilih akan membuat anda sengsara selama 5 tahun, kata salah seorang calon wagub DKI.

Bagaimana dengan kita sebagai orang-orang yang butuh pimpinan Tuhan dalam hidup kita, apakah kita merindukan Tuhan yang memimpin kita bukan hanya selama 5 tahun tetapi sepanjang tahun-tahun kehidupan kita? Kita sudah mendengar akan janji-janji firman-Nya yang membuat kita mau menjadikan Dia pemimpin tunggal dalam hidup kita.  Janji Tuhan berbeda dengan janji manusia, walaupun mereka berusaha menepati janji-janjinya, tetapi manusia tidak berkuasa untuk menepati janji-janjinya.

Dalam bulan penuh kasih sayang ini, kita mengangkat tema “RINDU”, tetapi bukan rindu akan manusia, tetapi kita rindu akan Tuhan.  Tema yang akan kita bahas bersama adalah “ARE YOU LONGING for MY PRESENCE?” atau “APAKAH KAMU MERINDUKAN HADIR-KU?”.  Apakah kita hari-hari ini merindukan Tuhan dalam hidup kita untuk memimpin dan mengarahkan kita? Di tengah dunia yang semakin membingungkan, kekuasaan yang mengedepankan kejahatan, mempengaruhi banyak orang untuk kepentingan diri atau golongan, mencari popularitas dengan menghalalkan banyak cara, dll. Apakah sebagai orang percaya masih merindukan Tuhan untuk menunjukkan jalan-jalan-Nya?

Suatu masa dalam Alkitab, ada seorang pemimpin atau seorang raja yang ingin digulingkan oleh anaknya sendiri yaitu Raja Daud.  Ini suatu keadaan yang sulit, satu sisi Daud harus hidup dalam kebenaran, untuk membunuh orang lain (Saul) saja dia tidak mau, apalagi untuk membunuh anaknya sendiri yang bernama Absalom.  Sulit, di satu sisi harus bertindak dengan tegas, tetapi di sisi lain dia harus taat kepada Tuhan. Tetapi dari kehidupan Daud kita belajar suatu hal yang luar biasa.  Dia masuk dalam hadirat Tuhan, Tuhan selalu hadir dalam hidupnya, dan dia berdoa.  Doanya yang menjadi pembelajaran buat kita adalah berani berserah kepada Tuhan “Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku.” Inilah salah satu ciri orang yang hidupnya mengandalkan Tuhan.

Ajakan saya sebagai gembala yang sama dengan anda semuanya yang membutuhkan Tuhan, mari kita buka hati kita selebar-lebarnya untuk merindukan kehadiran-Nya.  Ada empat hal yang akan kita bahas untuk membangun kerinduan kita akan Tuhan, yaitu:

  1. MERINDUKAN HADIR-NYA DENGAN IMAN
  2. KERINDUANKU AKAN HADIRMU TUHAN
  3. KERINDUAN MENYENANGKAN HATI TUHAN
  4. MILIKI HATI YANG MERINDUKAN TUHAN DI JAMAN AKHIR

Jadikanlah hati kita makin hari, makin mengenal Dian, sehingga kita makin merindukan kehadiran-Nya, kita sadari bahwa kita tidak bisa hidup tanpa Dia.

Bangun kerinduan kita lebih lagi untuk membaca firman-Nya setiap hari, sehingga kita mengerti keinginan Sang Kekasih kita.  Bangun kehidupan doa kita setiap ada kesempatan, berkomunikasi dengan Dia, yang akan mengarahkan kita, memberitahu jalan-jalan yang baru yang harus kita lewat.  Perlihatan Dia yang selalu dalam hidup kita dengan segala tingkah laku dan perkataan kita.

Bagi anda yang belum tergabung dalam KESAN, carilah kelompok KESAN terdekat dengan rumah anda atau seorang teman yang sudah tergabung dalam KESAN.  Dalam KESAN kita akan sharing dan belajar banyak akan praktik kehidupan.

“HAPPY VALENTINE” – JADIKAN TUHAN YESUS VALENTINE ANDA SEMUA

You may also like...