Melayani Dengan Anugerah

Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah. 1 Petrus 4:10.

Barang siapa melayani Aku, ia harus mengikuti Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barang siapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa. (Yohanes 12:26).

elayani selalu diindentikan suatu pekerjaan yang dilakukan oleh seorang hamba atau dengan kata lain bahwa melayani adalah tugas daripada seorang hamba. Seorang pelayan mengerjakan sesuatu bukan menurut seleranya tetapi sesuai dengan selera tuannya. Oleh karenanya seorang pelayan harus melepaskan seluruh kesukaan atau keinginan diri sendiri  dan berlaku sesuai dengan kehendak tuannya. Perkataan Tuhan Yesus kepada para murid-Nya: “Barang siapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku berada” ini berarti bahwa : pertama bila kita melayani Tuhan, maka kita harus selalu mengikuti-Nya, semua yang kita lakukan harus sesuai dengan kesukaan Tuhan. Kedua adalah kita tidak boleh jauh dari Tuhan, kita harus selalu dekat dengan-Nya supaya kita dapat mendengar dan mengenal apa yang Tuhan suka untuk kita lakukan.

Melakukan kesukaan Tuhan adalah bagian yang seharusnya kita lakukansebagai orang yang telah ditebus oleh-Nya. Melakukan kesukaan Tuhan akan tampak dalam hubungan kita dengan sesama.  Kesadaran kita bahwa hidup ini adalah anugerah Tuhan, maka pada waktu kita melayani bukan karena ada apa, dan bukan karena kita siapa, tetapi karena kita sadar bahwa kita telah dibeli lunas olehKristus Yesus, Tuhan kita. Oleh karenanya bila kita diberi kesempatan untuk hidup, maka kita harus melayani-Nya sebagai rasa syukur kita kepada Tuhan. (SAZ)

 

You may also like...