Hidup Benar

Dan ketika Anak Domba itu membuka materai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki.  Wahyu 6:9.

Setiap manusia akan menghadapi kematian.  Perbedaannya hanyalah mengenai waktu dan caranya.  Yang penting sebenarnya bukanlah soal kapan seseorang mati atau bagaimana ia mati karena hal itu tidak menentukan keadaan orang tersebut, tetapi yang penting adalah bagaimana ia mengisi hidupnya.

Jika cara kematian merupakan tolok ukur berhasil tidaknya kehidupan seseorang atau jika panjangnya umur menjadi ukuran, Tuhan  Yesus mungkin dikatakan sebagai pribadi yang paling tidak berhasil karena kematian-Nya penuh dengan penderitaan dan terjadi di usia yang sangat muda, yaitu 33 tahun.  Tentunya tidaklah demikian.

Apa yang kita lakukan selama hidup kita itulah yang terpenting dan menentukan keadaan kita kelak.  Para martir yang mati dibunuh telah mengisi kehidupan mereka dengan firman Tuhan dan kesaksian yang mereka miliki sehingga walaupun matinya dengan cara dibunuh, akhirnya mereka mendapatkan tempat yang istimewa yaitu di bawah mezbah Tuhan, tempat hadirat Allah berada.  (BHW)

 

 

You may also like...