Stand Firm in His Will

Tema Agustus           : STAND FIRM

Judul                          : STAND FIRM IN HIS WILL 

  (BERDIRI KOKOH DALAM  KEHENDAK-NYA)

Ayat                            : Yakobus 1:2-4

 

Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, 

sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. 

Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. (Yakobus 1:2-4)

Ada berbagai bentuk ujian di dalam alkitab seperti misalnya, penderitaan akibat sakit penyakit, kelemahan jasmani, tekanan emosi dan sebagainya. Meskipun semua itu adalah hal-hal yang tidak kita inginkan namun ujian adalah bagian dari hidup kekristenan. Ujian ini membantu kita untuk bertumbuh secara rohani (naik level) yang berkaitan dengan kedewasaan rohani. Rasul Yakobus memberitahu supaya kita memandang setiap ujian (peirasmos) dengan mata iman agar tetap berdiri kokoh dalam kehendak-Nya karena sesungguhnya semua ujian itu tidak melebihi kekuatan kita, bahkan Tuhan sudah mempersiapkan kita sebelumnya. Pada akhirnya ujian iman ini akan menghasilkan ketekunan dan menghasilkan buah yang matang (teleios); ketekunan menjadi hubungan yang benar/intim dan menghasilkan buah roh.

Ada beberapa poin yang perlu diperhatikan agar ketika menghadapi ujian kita tetap berdiri kokoh dalam anugerah-Nya:

  • Ujian iman bukanlah kemalangan dan hal itu dipersiapkan bagi kita menurut tujuan dan waktu yang ditetapkan oleh Allah (Contoh: kesaksian Pastor Taufik Barlian). Kita harus percaya pada kehendak Allah yang mengijinkan ujian terjadi karena melalui ujian iman yang beragam itu kehidupan kerohanian kita akan bertumbuh semakin dewasa. Oleh karena itu kita harus memiliki sikap hati yang benar bahwa itu adalah cara Allah untuk membantu kita bertumbuh.

 

  • Tujuan atau goal Tuhan: Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya. (Yakobus 1:18).

Yakobus mengingatkan kita untuk menghadapi setiap ujian itu dengan sikap hati yang berisi sukacita karena ujian itu membantu  kita bertumbuh. Kita tidak perlu bersungut-sungut tetapi mengarahkan mata kita kepada Allah, karena hanya Dia yang bisa menganugerahkan kita kekuatan dan hikmat untuk mengatasi ujian tersebut. Sehingga kita bisa menjadi anak sulung atau role model bagi sesama untuk kemuliaan nama Tuhan.

Pertanyaan dan Aplikasi:

Pernahkah Anda berpikir bahwa masalah dan kesukaran yang sedang Anda hadapi adalah ujian iman persis seperti yang dibicarakan oleh Rasul Yakobus ini? Sharingkan!

[HP]

You may also like...