God’s Purpose for His Birth (Maksud Allah dalam Kelahiran-Nya)

Tema Bulan Desember  : God’s Purpose For His Birth (Maksud Allah Dalam Kelahiran-Nya)

Ayat                                        :

Kejadian 1:28-29; Kejadian 2:8, 15-17; Wahyu 21:1-5; 2 Petrus 3:13-14; Matius 1:21; Yohanes 3:16;

Mazmur 27:14; Mazmur 42: 2-3; Yohanes 15:5; Mazmur 16:8

 

Pada mulanya Allah ingin memberikan kehidupan kekal pada manusia, yaitu hidup bersama Dia selamanya.

Setelah Allah menciptakan manusia, Allah dengan segera mengatur satu tempat yan bagus, yaitu Taman Eden,  yang juga merupakan sumber makanan yang enak-enak. Semua ini diberikan Allah bagi  Adam dan Hawa agar mereka dapat menikmatinya sesuka hati mereka. Tuhan menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya, kecuali buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.

Allah telah memberikan kepada mereka begitu banyak buah.  Namun hari-hari yang menyenangkan tidak bertahan lama karena Hawa tidak taat dan tetap ingin memakan buah yang dilarang oleh Allah untuk dimakan. Sesudah itu Adam, suaminya mengikuti teladannya, maka mereka berdua jatuh ke dalam dosa. Mereka tidak lagi memiliki hubungan yang harmonis dengan Allah yang kudus, bahkan mereka diusir keluar dari Taman Eden.

Sampai pada titik ini, apakah Allah gagal? Tidak!

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”   (Yohanes 3:16)

Tujuan Tuhan atas kelahiran Yesus di bumi adalah:

  1. Agar setiap orang percaya beroleh hidup yang kekal (eternal life).

Allah yang kudus turun ke dunia melalui diri Yesus untuk menemui umat manusia yang berdosa supaya kembali ke jalan hidup yang benar sesuai rancangan semula.

Pada saat menerima Yesus  Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, hidup kita diubahkan. Ada pengampunan dosa dan ada janji hidup yang kekal, bahkan ketika kita mulai menjalani hidup benar sesuai dengan kehendak Allah, maka suasana Taman Eden itu sesungguhnya dapat kita nikmati selagi hidup di dunia ini.

 

  1. Stay with God.

Tetap tinggal bersama Tuhan. Hal ini adalah sesuatu yang aktif bukan pasif. Terus menerus melakukan komunikasi dengan Tuhan. Ada keintiman dan selalu memandang kepada Tuhan dalam segala keadaan.

“Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?”  (Mazmur 42:2-3)

 

Pertanyaan dan Aplikasi:

“Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” (Matius 1:21)

Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia dari dosa, satu-satunya hal yang tidak dapat diatasi oleh manusia.

Banyak orang berusaha menghindari dosa tetapi tetap mencintai dosa. Itu sebabnya mereka cenderung berbuat dosa ketika tidak ada orang lain yang lihat. Orang yang hanya menghindari dosa, tidak ada kebahagiaan dan tidak ada sukacita dalam kehidupan mereka.

Apakah kita sekedar “menghindari” atau benar-benar “membenci” dosa. ?

Sharingkan!

(HP)

You may also like...