{"id":4168,"date":"2023-04-15T16:10:04","date_gmt":"2023-04-15T09:10:04","guid":{"rendered":"https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/?p=4168"},"modified":"2023-04-29T21:50:13","modified_gmt":"2023-04-29T14:50:13","slug":"pengorbanan-membawa-perubahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/?p=4168","title":{"rendered":"Pengorbanan Membawa Perubahan"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"492\" src=\"https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/pengorbanan-membawa-perubahan-1024x492.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4170\" srcset=\"https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/pengorbanan-membawa-perubahan-1024x492.jpg 1024w, https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/pengorbanan-membawa-perubahan-300x144.jpg 300w, https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/pengorbanan-membawa-perubahan-768x369.jpg 768w, https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/pengorbanan-membawa-perubahan.jpg 1500w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tema&nbsp;<\/strong><strong>April<\/strong>\u200b\u200b<strong>:<\/strong><strong>&nbsp;Pengorbanan Yang Sejati<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Judul<\/strong>\u200b\u200b\u200b<strong>:&nbsp;<\/strong><strong>Pengor<\/strong><strong>banan Membawa Perubahan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pembicara&nbsp;<\/strong>\u200b\u200b<strong>: Pdt.<\/strong><strong>&nbsp;Jeffrey Kurniawan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">2000 tahun yang lalu Tuhan Yesus mati di kayu salib untuk menggantikan hukuman kita manusia berdosa. Dia melakukan itu karena kasih-Nya yang begitu besar bagi kita (bukan seperti&nbsp;<em>ding zui<\/em>, praktek bayaran pengganti hukuman yang pernah terjadi di China pada jaman dahulu).&nbsp;Yesus mati di atas kayu salib sebagai bentuk pengorbanan yang luar biasa bagi umat manusia.&nbsp;Pengorbanan yang bisa membawa perubahan bagi orang yang percaya kepada-Nya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>2<\/em><em>3 karena semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah, 24 dan oleh anugerah-Nya telah dibenarkan dengan cuma-cuma melalui penebusan dalam Kristus Yesus. 25 Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian melalui iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan kebenaran-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. 26 Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan kebenaran-Nya pada masa ini bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus. (Roma 3:23-26 Alkitab TB2).<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Paulus berusaha menjelaskan bahwa orang benar itu hidup oleh karena iman. Hal ini&nbsp;untuk mengklarifikasi Jemaat di Kota Roma&nbsp;yang terdiri dari dua kelompok pengikut Yesus yang berlatar belakang&nbsp;Yahudi dengan&nbsp;Tradisi&nbsp;Hukum&nbsp;Taurat&nbsp;dan pengikut Yesus yang&nbsp;berlatar belakang&nbsp;bukan&nbsp;Yahudi&nbsp;yang tidak tahu&nbsp;Hukum&nbsp;Taurat.&nbsp;Pengorbanan Yesus merupakan satu-satunya jalan yang bisa membawa keselamatan bagi manusia, pengorbanan yang membawa perubahan dalam hal antara lain:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">1.&nbsp;<strong>Status di hadapan Tuhan.&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Status keberadaan kita di hadapan Tuhan sebagai orang&nbsp;yang&nbsp;berdosa telah berubah menjadi orang yang benar. (Mazmur 51:5;&nbsp;Roma 3:24).&nbsp;Dimana Allah berdasarkan anugerah-Nya semata-mata&nbsp;mengampuni&nbsp;semua&nbsp;dosa kita dan menerima kita sebagai orang&nbsp;benar di hadapan-Nya melalui pengorbanan dan kebenaran&nbsp;Kristus&nbsp;yang diperhitungkan kepada kita.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">2.&nbsp;<strong>Relasi dengan Tuhan.&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perubahan didalam relasi kita dengan Tuhan yang tadinya telah rusak akibat dosa maka karena pengorbanan Yesus telah memulihkan relasi kita dengan Tuhan. (Kejadian 3:1-19; Roma 5:10). Pengorbanan Yesus diperlukan untuk mendamaikan manusia berdosa dengan Allah. (Roma 3:25).&nbsp;(Dalam bukunya&nbsp;<em>Peace Child<\/em>atau Anak Pendamaian, diceritakan&nbsp;Misionaris Don Richardson berupaya agar penduduk&nbsp;suku Sawi&nbsp;di pedalaman Papua dapat mengerti&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Yesus\">Yesus<\/a>&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kristus\">Kristus<\/a>, tetapi dalam pandangan suku Sawi:&nbsp;Yudas, bukan Yesus, yang merupakan pahlawan Injil, Yesus hanya seorang yang kena tipu dan patut ditertawakan.&#8221;&nbsp;Akhirnya Don Richardson menemukan konsep \u201cpenebusan pengganti\u201d yang membuat suku Sawi percaya bahwa Yesus Kristus adalah korban pendamaian antara manusia dengan Allah).&nbsp;Pengorbanan Kristus memulihkan rusaknya relasi antara manusia dengan Allah sang pencipta alam semesta di mana dulunya menjadi rusak atau seteru Allah diperdamaikan melalui pengorbanan Yesus Kristus bahkan menjadi anak Allah&nbsp;(Galatia 3:26).<a><\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">3.&nbsp;<strong>Menatap masa depan.&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengorbanan Yesus membawa perubahan didalam menatap masa depan kita, karena tidak mungkin ada kebahagiaan, sukacita, ketenangan yang sejati bagi mereka yang hidup di bawah murka dan penghukuman Tuhan.&nbsp;Tidak mungkin ada masa depan yang penuh harapan bagi mereka yang hidup di bawah murka dan penghukuman Tuhan.&nbsp;(Roma 3:25).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jalan pendamaian<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">=&nbsp;<em>The Sacrifice of atonement<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">=&nbsp;Korban penebusan<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">=&nbsp;Korban pendamaian.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yesus bersedia menjadi korban penebusan dosa umat manusia semata-mata karena kasih-Nya yang begitu besar kepada kita. (1 Yohanes 3:16a). Pengorbanan Yesus mampu membuat kita menatap masa depan dengan penuh pengharapan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Aplikasi:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yesus Kristus telah&nbsp;memberikan&nbsp;pengorbanan&nbsp;yang membawa perubahan bagi hidup kita. Sebagai orang yang dibenarkan oleh Tuhan kita harus memiliki gaya hidup yang berkenan kepada Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sharingkan&nbsp;perubahan-perubahan yang Anda alami selama menjadi orang percaya!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tema&nbsp;April\u200b\u200b:&nbsp;Pengorbanan Yang Sejati Judul\u200b\u200b\u200b:&nbsp;Pengorbanan Membawa Perubahan Pembicara&nbsp;\u200b\u200b: Pdt.&nbsp;Jeffrey Kurniawan 2000 tahun yang lalu Tuhan Yesus mati di kayu salib untuk menggantikan hukuman kita manusia berdosa. Dia melakukan itu karena kasih-Nya yang begitu besar bagi&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4170,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[34,28,36,44],"class_list":["post-4168","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sermons","tag-gereja-di-cikarang","tag-gereja-di-lippo-cikarang","tag-gkpb-mdc-lippo-cikarang","tag-gpkb-mdc"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4168","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4168"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4168\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4177,"href":"https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4168\/revisions\/4177"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4170"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4168"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4168"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4168"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}