{"id":2765,"date":"2019-05-24T22:35:10","date_gmt":"2019-05-24T15:35:10","guid":{"rendered":"http:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/?p=2765"},"modified":"2019-05-29T10:49:12","modified_gmt":"2019-05-29T03:49:12","slug":"prayer-for-a-city-doa-untuk-kota","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/?p=2765","title":{"rendered":"Prayer For A City (Doa Untuk Kota)"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/prayer-for-a-city-1024x512.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2766\" width=\"601\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/prayer-for-a-city-1024x512.jpg 1024w, https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/prayer-for-a-city-300x150.jpg 300w, https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/prayer-for-a-city-768x384.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 601px) 100vw, 601px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tema \u200b&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : <strong>RENEW MY HOPE IN PRAYER<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sub\ntema&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; \u200b: <strong>PRAYER FOR <\/strong><strong>A<\/strong><strong> <\/strong><strong>CITY<\/strong><strong> (DOA\nUNTUK<\/strong><strong> KOTA<\/strong><strong>)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ayat\n&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; \u200b\u200b: <strong>Kejadian&nbsp;13:18-33<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai orang Kristen yang sudah\nmenerima kasih Tuhan tanpa syarat, maka kita juga selayaknya berdoa untuk orang\nlain dengan kasih tanpa syarat. Demikian hendaknya juga berdoa syafaat untuk\nkeselamatan kota dimana kita (gereja) berada.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal inilah yang dilakukan Abraham\nsaat menghadap Tuhan, dengan kerendahan hati memohon dengan iman (berdoa)\nkepada Tuhan untuk keselamatan kota Sodom, ketika Tuhan hendak menghukum kota\ntersebut.&nbsp;Allah ingin menghukum kota Sodom karena kejahatan\nmereka.&nbsp;Namun Abraham merasa bahwa bangsa di Sodom adalah juga bagian dari\nketurunannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan bersyafaat, Abraham\nberdialog dengan Tuhan dan mengakui keadilan Tuhan. &nbsp;Abraham adalah\nseorang pendoa syafaat yang sangat mengagumkan. Tersirat permohonan doa untuk\nkota oleh Abraham dengan bernegosiasi kepada Tuhan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari permohonan yang dilakukan\noleh Abraham tersebut, kita dapat memakainya sebagai prinsip dalam berdoa\nsyafaat untuk suatu kota dimana kita atau gereja berada.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prinsip-prisip yang dapat dipetik dari doa syafaat gereja bagi suatu kota dimana gereja berada adalah sbb:\u00a0<br> <br><strong>1. Prinsip kerelaan untuk terbuka dan menjadi berkat bagi sekitar.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Diperlukan\nsuatu kerelaan bagi kita (gereja) untuk terbuka dan menjadi saluran berkat bagi\nkota dimana kita (gereja) berada, meskipun orang-orang di sekitar kita tidak\nbenar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Allah berjanji bahwa melalui Abraham bangsa-bangsa akan diberkati, oleh karenanya Abraham memohon kepada-Nya untuk memberkati kota Sodom. (Karena Lot dengan keluarganya juga tinggal di sana). Itulah yang diusahakan oleh Abraham.\u00a0  <br><strong>2<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>2. Prinsip memahami hati Allah.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memahami\nhati Allah yang terdalam, bisa disamakan dengan memahami perasaan Allah&nbsp;dan\nmemasukkannya ke dalam hati, pikiran dan perasaan kita sendiri. Yaitu dengan\nmencari tahu apa yang sebenarnya Allah inginkan bagi kota dan orang-orang yang\nberada di sekitar kita.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kita\nperlu mengenal hati, pikiran dan perasaan Allah, bukan sekedar secara\npengetahuan tentang Allah (bukan sekedar dimensi kognitif).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada\ndimensi yang lebih luas untuk mengenal Allah secara lebih mendalam, yaitu\ndengan cara menjalin hubungan akrab, dalam menjalani hidup sehari hari bersama\nsama Allah. Seperti Abraham yang hidup bergaul karib akrab dengan Allah\n(Yakobus&nbsp;2:23).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena\nkeakraban dengan Allah, Abraham dapat memahami banyak hal, sbb:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Abraham memahami Hati\nAllah, yaitu bahwa Allah memandang manusia itu adalah mulia di hadapan-Nya.\nKarena manusia diciptakan serupa dan segambar dengan-Nya. Allah telah\nmenyematkan gambar-Nya di dalam diri manusia. Oleh karena itu Abraham berpikir\nbahwa tidak mungkin Allah mau menghancurkan manusia ciptaan-Nya yang mulia ini.\nKarena alasan inilah Abraham melakukan negosiasi dengan Allah untuk membatalkan\nhukumannya atas kota Sodom.&nbsp;<\/li><li>Abraham bisa\nmelihat anugerah dan kasih Allah melampaui kejahatan dan dosa manusia. Allah\nyang adil mengharuskan bahwa setiap dosa harus mendapat hukuman yang\nsetimpal.&nbsp;Namun ada kasih Allah yang melampaui itu semuanya. Apabila ada\nperubahan melalui pertobatan maka hati Allah selalu akan memberi kasih Allah\nuntuk semua orang yang mau bertobat.&nbsp;<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>3. Prinsip kegigihan dalam berdoa syafaat.  <\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Abraham\nberusaha bernegosiasi secara gigih dengan Tuhan. Dalam hal ini Abraham juga dengan\nkerendahan hatinya mengakui keadilan Tuhan. Negosiasinya dengan Tuhan dimulai\ndari kemungkinan bila ada 50 orang benar di antara orang-orang fasik dan\nseterusnya, 45, 40, 30, 20, sampai kepada bilangan terkecil yaitu 10 orang\nbenar. Hingga 5 kali Abraham bersyafaat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam\nberdoa syafaat kita juga harus gigih (jangan menyerah) terus mengusahakan\nwalaupun nampaknya tidak memungkinkan.&nbsp;Harapan dan doa yang kita lakukan\ndan letakkan di atas Tuhan tidak pernah sia-sia. Berdoa&nbsp;syafaat tidak bisa\ndiselesaikan dalam waktu satu atau dua hari, melainkan terus menerus dilakukan\ntanpa bosan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>4. Prinsip kedaulatan Tuhan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam\ndialog Abraham dengan Tuhan, setelah selesai negosiasi, dikatakan bahwa \u201cTuhan\nkemudian pergi\u201d. Meskipun Tuhan mengijinkan Abraham untuk mempengaruhi\nkeputusan-Nya, namun Abraham tahu bahwa jawaban doa itu adalah kedaulatan Tuhan.&nbsp;Doa\nsyafaat (tidak bersifat memaksa Tuhan), karena Tuhan yang memutuskan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tuhan\ntidak bisa diperbudak oleh manusia. Jawaban doa kita adalah juga kedaulatan\nTuhan.&nbsp;Doa syafaat adalah meletakkan apa yang menjadi kehendak Tuhan, itu\njuga menjadi kehendak kita, khususnya bagi lingkungan dimana kita (gereja)\nberada.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>5. Langkah-langkah praktis apa yang harus kita lakukan. <\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>5.1 Memutuskan untuk memulai melakukan berdoa syafaat<\/strong>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memulai berdoa adalah sebuah keputusan yang baik untuk berdoa syafaat. (Contoh: kalau kita ingin bisa berenang maka kita harus mulai masuk ke kolam renang dan mulai belajar berenang. Bukan hanya baca teori berenang!).  Tentukan waktu yang paling nyaman untuk berdoa. <br><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>5.2  Tentukan cara berdoa syafaat.  <\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya dengan melakukannya secara pribadi, atau dalam kelompok. <br><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>5.3 Tentukan subyek yang jelas yang akan didoakan.<\/strong> <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dan selanjutnya\nfokus doa kita juga harus jelas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>5.4 Kontinuitas, tidak henti-hentinya berdoa. <\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dibutuhkan\nkemauan yang sungguh-sungguh untuk berdoa secara terus menerus (kontinyu), konsisten\ndan perlu kegigihan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pertanyaan\ndan Aplikasi:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adakah Anda merasa dipanggil\nuntuk menjadi berkat di tempat dimana Anda berada sehingga Anda perlu untuk\nberdoa syafaat, agar&nbsp;mereka juga bisa diselamatkan melalui karya Kristus\nyang sudah terlebih dulu menyelamatkan Anda?&nbsp;\n&nbsp;Sharingkan!&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>\n&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; (HP)&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tema \u200b&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : RENEW MY HOPE IN PRAYER Sub tema&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; \u200b: PRAYER FOR A CITY (DOA UNTUK KOTA) Ayat &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; \u200b\u200b: Kejadian&nbsp;13:18-33 Sebagai orang Kristen yang sudah menerima kasih Tuhan tanpa syarat, maka kita&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2766,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-2765","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sermons"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2765","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2765"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2765\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2773,"href":"https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2765\/revisions\/2773"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2766"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2765"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2765"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2765"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}