{"id":2138,"date":"2017-12-22T03:00:51","date_gmt":"2017-12-21T20:00:51","guid":{"rendered":"http:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/?p=2138"},"modified":"2017-12-03T16:24:37","modified_gmt":"2017-12-03T09:24:37","slug":"hati-hati-umpan-iblis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/?p=2138","title":{"rendered":"Hati-hati Umpan Iblis"},"content":{"rendered":"<p><em>Jangan melihat kepada anggur, kalau merah menarik warnanya, dan mengilau dalam cawan, yang mengalir masuk dengan nikmat, tetapi kemudian memagut seperti ular, dan menyemburkan bisa seperti beludak.\u00a0\u00a0Amsal 23:31-32<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jika kita memancing ikan, tentu kita akan menggunakan umpan yang disukai ikan, bukan umpan yang kita sukai. \u00a0Mungkin kita jijik dengan cacing, tetapi karena ikan suka cacing, mau tidak mau, kita akan memakai cacing sebagai umpan untuk menangkap ikan.\u00a0 Hal yang sama juga diterapkan Iblis kepada manusia.\u00a0 Untuk menjerat manusia, Iblis menggunakan umpan yang disukai manusia.\u00a0 Jika kita tidak waspada, kitapun bisa terjerat seperti ikan yang terkait pada mata kail yang ada di balik cacing.<\/p>\n<p>Sesuatu yang terlihat indah dan menarik belum tentu merupakan berkat dari Tuhan.\u00a0 Ada kalanya itu adalah umpan iblis untuk menjerat manusia.\u00a0 Awalnya bisa saja terasa menyenangkan, tetapi lama kelamaan berubah menjadi kesesakan dan kesengsaraan.\u00a0 Jangan buru-buru terpesona dengan sesuatu yang kelihatan menarik.\u00a0 Jauhi kesenangan yang bersifat semu dan sementara.\u00a0 Bertindaklah selektif, khususnya terhadap hal yang indah dan menarik, tetapi dapat menjauhkan kita dari Tuhan.\u00a0 Raihlah kebahagiaan sejati dalam Tuhan.\u00a0 (BHW)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jangan melihat kepada anggur, kalau merah menarik warnanya, dan mengilau dalam cawan, yang mengalir masuk dengan nikmat, tetapi kemudian memagut seperti ular, dan menyemburkan bisa seperti beludak.\u00a0\u00a0Amsal 23:31-32 &nbsp; Jika kita memancing ikan, tentu&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2138","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-dailydevotional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2138","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2138"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2138\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2149,"href":"https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2138\/revisions\/2149"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2138"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2138"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mdc-cikarang.com\/main\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2138"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}